Kajian Bidadari Surga Dalam Islam

Kajian Bidadari Surga Dalam Islam

Bidadari surga dalam islam

Laki-laki bertugas mendidik wanita para istri mereka. Dan laki-laki akan diminta pertanggung jawaban terhadap istri mereka. Ketika si istri melakukan kemaksiatan, maka suami juga akan ditanya diakhirat, “mengapa engkau biarkan istrimu bermaksiat? Mengapa tidak kau didik?”. Dan umumnya wanita terkadang mengingkari kebaikan suami mereka (sebagaimana dalam hadits) dan bidadari adalah sebagai motivasi serta hiburan bagi para suami dan laki-laki (misalnya semangat berperang dalam jihad).
Oleh karena itu jika si istri membangkang dan sulit dididik, maka para suami memiliki hiburan berupa bidadari. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
“Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engkau mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu (sebentar) di sisimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami” [2]

-wanita juga mendapatkan kenikmatan laki-laki yang ganteng, tubuhnya atletis dan penampilan yang sangat menarik. Yaitu suami mereka di dunia (jika suaminya masuk surga). Para suami mereka akan diubah penampilannya menjadi sangat sempurna. Penduduk surga akan menyerupai bentuk bapak mereka nabi Adam ‘alahissalam . Dan Nabi Adam adalah manusia yang paling sempurna, paling ganteng dan paling sempurna penampilannya karena langsung diciptakan oleh tangan Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ آدَمَ
“Semua yang masuk surga seperti bentuknya Nabi Adam[3]
Dalam riwayat yang lain,
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya rombangan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit[4]
Sebagaimana laki-laki, wanita juga ingin mendapatkan pasangan yang paras dan penampilannya indah. Maka para wanita surga juga akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di surga. Sebagaimana firman Allah,
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik” (Az-Zumar : 34)
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” (Qaaf : 35)

-jika ada yang bertanya: “Nanti kalau berubah wajahnya, istrinya tidak kenal”?
Jawabannya: Allah Maha Mampu, logikanya jika kita punya kenalan anak kecil (misalnya adik sepupu), parasnya kurang bagus, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, kemudian kita bertemu sekarang dengan keadaan wajahnya yang ganteng. Tentu kita masih ingat si anak kecil tersebut sekarang sudah menjadi pemuda yang gagah.

-jika ada yang bertanya: “Bagaimana jika wanita yang tidak punya suami di dunia, atau tidak sempat menikah atau suaminya masuk neraka”?
Jawaban: mereka akan dipasangkan dengan laki-laki disurga (misalnya laki-laki yang belum sempat menikah di dunia, jika mereka ridha). Karena tidak ada yang membujang di surga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ
“Tidak ada seorang yang membujang pun di surga”[5]

-tidak ada rasa cemburu dan sakit hati serta perselisihan bagi para istri (laki-laki yang memiliki lebih dari satu istri, maka di surga ia juga dipasangkan dengan istri-istrinya).
Allah Ta’ala berfirman,
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
Dan Kami lenyapkan/hilangkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (Al-Hijr : 47)
-semua wanita dunia yang masuk surga lebih tinggi kedudukannya daripada bidadari, mereka lebih cantik. Bahkan jika amal mereka baik, maka kecantikan mereka mengalahkan bidadari. Bisa jadi para bidadari yang sedemikian cantiknya dalam gambaran Al-Quran dan Sunnah, mereka hanya sebutir pasir di pantai, para bidadari tidak lagi ditoleh sedikitpun oleh suami wanita terebut disurga. Oleh karena itu para wanita bisa membuat cemburu bidadari disurga sesuai dengan amal dan kepatuhan mereka terhadap suami dalam perkara yang baik.

ANGGAPAN KELIRU WANITA DUNIA JIKA MASUK SURGA MENJADI BIDADARI
Padahal wanita yang pernah hidup di alam dunia dengan bidadari adalah dua makhluk yang berbeda. Wanita yang pernah hidup di alam dunia adalah keturunan Adam dan Hawa sehingga disebut Wanita Bani Adam, sementara Bidadari bukan keturunan Adam dan Hawa. Bidadari diciptakan dari tetesan hujan dari awan di bawah Arsy (dalam riwayat lain dari za’faran), sementara Wanita Bani Adam diciptakan dari tanah.
Berkata Abu Ahwash: kami mendengar dalam suatu riwayat bahwasannya segumpal awan menurunkan hujan di bawah ‘Arsy. Maka dari tetesan-tetesan hujan itulah para bidadari itu diciptakan. Kemudian masing-masing ditempatkan dalam sebuah kemah di tepi sungai, luasnya 40 mil. Kemah itu tidak berpintu, sehinggga ketika seorang wali Allah datang di kemah itu, ternyata kemah itu tidak punya satu pintu pun. Dengan demikian dia tahu bahwa mata makhluk apa pun yang melihat mereka, baik itu malaikat maupun para pelayan Surga tidak sampai mempengaruhi mereka. Bidadari-bidadari itu memang wanita-wanita yang dibatasi (maqshuuraat), yakni dibatasi pandangan mata mereka dari segala makluk, selain suami mereka.
Wanita Bani Adam menjalani proses dari janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Ada yang terbedah keperawanannya, ada yang tetap perawan hingga ajalnya. Sementara Bidadari diciptakan langsung jadi gadis perawan dan terus gadis perawan.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” (QS. Al-Waaqi’ah [56]: 35-40)

Mungkin, yang menyebabkan kekacauan pemahaman adalah Wanita Bani Adam yang masuk Surga akan diubah bentuknya menjadi wanita muda dan selalu muda, usia 33 tahun, cantik, berkulit putih, perawan, penuh cinta, nafsu dan kekuatan berlipat 100, tidak haid dan tidak melahirkan (kecuali jika ingin punya anak),  tidak kencing dan tidak berak, tidak beringus dan berludah, tidak pernah tidur, tidak pernah sakit, tidak mati lagi, dan menjadi istri laki-laki yang masuk Surga, sehingga disangka sama dengan Bidadari.

PERUBAHAN UKURAN  TUBUH, WARNA KULIT, DAN USIA BANI ADAM
Imam Ahmad dan ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Penghuni Surga masuk (ke sana) dalam keadaan masih muda, berkulit putih, berambut ikal, bercelak mata, sebaya dengan anak seusia 33 tahun, bentuk mereka seperti Adam, yaitu setinggi enam puluh hasta dengan lebar tujuh hasta.”
NENEK-NENEK JADI GADIS KEMBALI
Abu Bakar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah  saw pernah didatangi seorang nenek dari kalangan Anshar. Maka nenek itu berkata, ”Ya Rasul Allah, doakan aku kepada Allah agar memasukkan aku ke Surga.”
Beliau menjawab, ”Sesungguhnya di Surga tidak dimasuki nenek-nenek.”
Lalu Rasulullah saw pergi shalat, kemudian pulang kepada Aisyah.
Aisyah mengadu, ”Nenek itu merasa sedih dan susah sekali mendengar perkataan engkau tadi.”
Maka beliau bersabda, ”Sesungguhnya memang begitu. Sesungguhnya apabila Allah telah memasukkan nenek-nenek ke dalam Surga, maka mereka diubah-Nya menjadi gadis kembali.”

NAFSU DAN KEKUATAN BERLIPAT 100

Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bin Arqam, dia bercerita: Ada seorang Yahudi datang kepada Nabi saw lalu berkata, “Hai Abul Qasim, bukankah kamu beranggapan penghuni Surga itu makan dan minum?”
Sebelumnya Yahudi itu berkata kepada teman-temannya, “Kalau Muhammad mengiyakan pertanyaanku, maka aku akan mendebatnya.”
Zaid berkata (melanjutkan ceritanya): Maka Rasululah saw menjawab, “Benar, demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesunguhnya tiap orang dari mereka benar-benar diberi kekuatan 100 orang dalam makan, minum, syahwat, dan berhubungan seksual.”
Kata Zaid: maka Yahudi itu berkata, “Sesungguhnya orang yang makan dan minum mesti membuang hajat.”
Rasul bersabda, “Cara membuang hajat tiap dari orang dari mereka dengan mengeluarkan keringat yang mengucur dari kulit, aroma harumnya seperti minyak kesturi. Dan tiba-tiba perut mereka menjadi kosong kembali.”

TIDAK TIDUR

Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Jabir ra, sabda Rasulullah saw, “Tidur adalah saudaranya mati. Dan sesungguhnya penghuni Surga itu tidak tidur.”
Menjadi Istri Laki-laki Bani Adam yang Masuk Surga
Rasulullah saw bersabda:
”Maka seorang lelaki penghuni surga masuk ke sana menemui 72 orang istri (bidadari) yang diciptakan Allah secara langsung dan dua orang istri lainnya dari Bani Adam. Kedua wanita Bani Adam itu mendapat keutamaan atas lainnya yang dikehendaki Allah Ta’ala, karena ibadah mereka kepada Allah semasa di dunia.
Lelaki itu menemui yang pertama dari kedua istrinya itu di sebuah kamar dari permata yaqut, di atas ranjang dari emas bertahtakan mutiara. Pada ranjang itu ada 70 tingkat sutra tipis dan sutra tebal. Dan sesungguhnya laki-laki itu benar-benar meletakkan tangannya di antara kedua pundak istrinya. Kemudian dia bisa melihat tangannya itu dari dada istrinya di balik baju, daging, dan kulitnya. Dan sesungguhnya dia benar-benar dapat melihat sumsum betis wanita itu seperti salah seorang dari kamu sekalian melihat kawat perak dalam permata yaqut.
Ketika laki-laki itu dalam keadaan demikian, tiba-tiba terdengarlah suatu seruan: ”Sesungguhnya kami benar-benar tahu bahwa kamu tidak akan bosan atau membosankan. Tapi ketahuilah, sesungguhnya kamu mempunyai istri-istri yang lain.”
Maka dia pun keluar, lalu mendatangi istri-istrinya satu persatu. Setiap kali tiba pada salah seorang dari mereka, maka dia disambut dengan kata-kata, ”Demi Allah, di Surga ini tidak ada makhluk yang lebih elok darimu, dan di Surga ini tidak ada makhluk yang lebih aku cintai selain kamu.” (Hadits ini cukup tsiqat)

ISTRI YANG TIDAK HAID, NIFAS, BERAK, BERINGUS DAN BERLUDAH

Abdulah bin Mubarak meriwayatkan dari Abu Sa’id dari Nabi saw tentang firman Allah Ta’ala, ”lahum fiiHaa azwaajun muthaHHarah,” bahwa beliau bersabda, ”(Istri-istri yang disucikan) dari haid, nifas, tinja, ingus, dan ludah.”
Tetapi, Wanita Bani Adam yang masuk Surga tetaplah Wanita Bani Adam. Hanya saja sudah berubah bentuk menjadi lebih sempurna dibanding ketika hidup di dunia, dan tidak berubah menjadi bidadari. Perubahan bentuk tersebut adalah karunia Allah agar Wanita Bani Adam bisa menikmati kenikmatan Surga dengan kepuasan yang selalu meningkat.
Allah SWT berfirman:
“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 68-72)

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id , dari Nabi saw bercerita,
“Maka terdengarlah seruan, ‘Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap hidup, tanpa mengalami mati selama-lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap sehat, tanpa mengalami sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap muda, tanpa mengalami tua selama-lamanya. Dan sesungguhnya kamu sekalian akan tetap nikmat, tanpa mengalami penderitaan selama-lamanya.’ Nabi bersabda, “Empat perkara inilah yang diserukan.’” (HR. Ahmad dan Muslim)
Beberapa contoh Wanita Bani Adam yang masuk Surga yang diberitakan Rasulullah saw di antaranya: Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah saw, Maryam binti Imran Sang Perawan ibunda Nabi ’Isa as, Asiyah mantan istri Fir’aun, Fathimah binti Rasulullah saw, ’Aisyah binti Abu Bakar istri Rasulullah saw, Hafshah binti ’Umar bin Khaththab, dan wanita milik Umar bin Khaththab di Surga.

Khadijah binti Khuwailid
Abu Hurairah ra menyatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan, atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa dia akan memperoleh sebuah rumah dari bambu di Surga, dimana tidak ada kebisingan maupun susah payah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MARYAM BINTI IMRAN DAN ASIYAH PEMELIHARA MUSA as
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Fathimah ra banwa dia pernah bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat tinggal ibuku, Khadijah?”
Nabi menjawab, “Di sebuah rumah dari bambu dimana tidak ada perkataan yang sia-sia maupun susah payah, bersama Maryam dan Asiyah (mantan) istri Fir’aun.”
“Apakah seperti bambu ini?” tanya Fathimah pula, yang beliau jawab, “Bukan, tapi dari bambu yang tersusun dengan mutiara besar, mutiara kecil, dan permata yaqut.” (Hadits gharib)

FATHIMAH BINTI RASULILLAH
Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Para pemimpin wanita ahli Surga selain Maryam binti ‘Imran adalah Fathimah, Khadijah, dan Asiyah istri Fir’aun.” (HR. Thabrani)
‘AISYAH BINTI ABU BAKAR
Ibnu Abu Mulaikah menyatakan bahwa ‘Aisyah ra berkata bahwa Jibril datang kepada Nabi saw (dalam mimpi) dengan membawa gambarnya dalam sepotong kain sutra hijau seraya berkata, “Inilah istrimu di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)

HAFSHAH BINTI UMAR BIN KHATHTHAB

Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Nabi saw menceraikan Hafshah dan menjatuhkan talak satu kepadanya. Tapi, tidak lama kemudian beliau merujuknya kembali atas perintah yang dibawa oleh Jibril. Jibril berkata, “Dia (Hafshah) adalah seorang ahli puasa dan shalat. Dia adalah istrimu di Surga.”
WANITA MILIK UMAR BIN KHATHTHAB
Dari Rasulullah beliau bersabda: Ketika tidur, tiba-tiba aku bermimpi melihat diriku berada di dalam Surga dan menyaksikan seorang wanita sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku lalu bertanya: Milik siapakah istana ini? Mereka menjawab: Milik Umar bin Khaththab. Tiba-tiba saja aku teringat akan kecemburuan Umar. Maka aku pun pergi meninggalkan tempat itu. Lebih lanjut Abu Hurairah ra mengatakan: Mendengar itu seketika Umar menangis sedang kami semua berada di majlis tersebut bersama Rasulullah saw. Kemudian Umar berkata: Demi Allah, wahai Rasulullah, apakah kepada engkau aku cemburu? (HR. Bukhari, Muslim. Ibnu Majah, dan Ahmad)

ANGGAPAN WANITA YANG BERJUANG MENEGAKKAN SYARIAH SEPERTI BIDADARI

Padahal Bidadari tidak berjuang menegakkan syariat Islam, tidak berdakwah, tidak mengajarkan Islam, apalagi beramar ma`ruf nahi munkar. Bagaimana akan berjuang menegakkan syariat Islam, karena setelah diciptakan mereka langsung dipingit dalam kemah-kemah.

Allah SWT berfirman:
“Di dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah-kemah.”(TQS. Ar-Rahmaan [55]: 70-72)

Bidadari tidak berinteraksi dengan siapa pun. Mereka tersimpan dan tidak tersentuh tangan makhluk apapun, kecuali oleh suami mereka nanti.

Allah SWT berfirman:
“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan. Di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat. Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta)yang tersimpan dengan baik.” (TQS. Ash Shaaffaat [37]: 40-49)
“Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. Ar-Rahmaan [55]: 56-57)
Tugas mereka adalah menunggu kedatangan suami mereka yaitu laki-laki Bani Adam yang akan masuk surga. Mereka bernyanyi.
Dari Ali bin Abi Thalib kw. bahwasannya Rasulullah saw bersabda,
”Dalam Surga ada tempat pertemuan para bidadari. (Di sana) mereka bernyanyi dengan suara-suara yang tidak pernah didengar semisalnya oleh makhluk apapun. Mereka melantunkan (lirik-lirik lagu): ’Kami wanita alam baka, takkan binasa selamanya. Kami wanita ceria, tak kenal susah selamanya, Kami wanita yang rela, tak kenal murka selamanya. Bahagialah laki-laki yang menjadi milik kami. (Bahagialah manusia), yang kami milik dia.’”(Hadits Shahih Riwayat at-Tirmidzi)
Setelah laki-laki Bani Adam masuk Surga, para bidadari tersebut dinikahkan oleh Allah dengan laki-laki tersebut.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan. Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”. Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” (TQS. Ath Thuur [52]: 17-20)
Setelah dinikahkan dengan laki-laki Bani Adam, Bidadari kemudian melayani hubungan seksual. Kemampuan seksual Bidadari membuat laki-laki Bani Adam sibuk merasakan kenikmatan seksual yang tiada tara, yang semakin nikmat dan semakin nikmat.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (syughul) (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (TQS. Yaasiin [36]: 55-56)

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan banyak para mufassir lainnya mengatakan, bahwa kesibukan (syughul) penghuni Surga pada ayat ini yang dimaksud ialah membedah keperawanan.
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, pernah ditanyakan , ‘Ya Rasulullah, apakah orang lelaki melakukan persetubuhan di Surga?’ – dan menurut riwayat lain, ‘Apakah kita menyetubuhi istri-istri kita?’–  Rasul menjawab, ‘Demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesungguhnya seorang lelaki dalam satu pagi benar-benar menyetubuhi seratus perawan.’” (HR. al-Bazzar, al-Qurthubi, dan Ibnu Majah)
Jika Bidadari diibaratkan dengan wanita Bani Adam yang berjuang menegakkan Syariat Islam, tentu hal ini tidak saja sangat jauh dari fakta, namun juga melecehkan perjuangan wanita Bani Adam, baik dalam urusan pribadi maupun dalam urusan masyarakat bahkan negara.
Dalam urusan pribadi, wanita Bani Adam melakukan shalat, puasa, dan ibadah. Sementara (sejauh ilmu yang saya punya) Bidadari tidak shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Dalam urusan rumah tangga, para wanita Bani Adam berusaha mengatur urusan rumah tangganya walau terkadang sangat melelahkan. Mana ada Bidadari yang ngepel lantai, mencuci pakaian, menjahit celana yang robek, dan memasak. Belum lagi wanita Bani Adam mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, dan mendidik anak, yang tidak pernah dilakukan para Bidadari. Padahal semua aktivitas itu berbuah pahala jihad fi sabilillah, sebuah ibadah yang paling agung.
Dalam urusan masyarakat dan negara, wanita Bani Adam bersedekah, menolong saudaranya yang kesusahan, mendakwahkan Islam, mengajarkan Islam, beramar ma`ruf nahi munkar kepada siapa pun termasuk kepada penguasa. Semua itu tidak dilakukan oleh para bidadari.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelakidan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (TQS. At-Taubah [9]: 71-72)
Rasulullah saw bahkan menyampaikan bahwa Wanita Bani Adam lebih utama dibanding bidadari. Ada sebuah hadits yang cukup panjang dari Ummu Salamah.
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata,
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya mana yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari?”
Beliau bersabda, ”Wanita dunia lebih utama daripada bidadari, seperti utamanya zhahir atas batin.”
Saya bertanya, “Ya Rasulullah, karena apanya?”
Beliau menjawab, ”Karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah memberi cahaya pada wajah mereka, dan mengenakan sutera pada tubuh mereka. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka emas. Mereka berkata, ”Kami adalah wanita-wanita abadi, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita bahagia, tidak akan miskin selama-lamanya. Kami adalah wanita-wanita penduduk tetap, tidak akan pindah selama-lamanya. Dan ketahuilah, kami adalah wanita-wanita yang telah ridha, tidak akan marah selama-lamanya. Berbahagialah orang yang menjadi milik kami, dan kami menjadi miliknya.”
Dengan demikian, lagu-lagu, syair-syair, dan perumpamaan-perumpamaan yang mengibaratkan wanita pejuang syari’ah dengan bidadari, selain jauh dari fakta dan melecehkan arti perjuangan, juga menyalahi Aqidah Islam.

ANGGAPAN ADA BIDADARI DI DUNIA
Mungkin yang dimaksud “ah itu kan cuma pengibaratan, bukan makna yang sebenarnya”. Maka pengibaratan pun harus sesuai fakta atau jika Allah dan Rasul-Nya yang memberi pengibaratan, karena Allah dan Rasul-Nya lebih tahu hakekat segala sesuatu dibanding kita yang sangat terbatas pengetahuannya.
Misalnya Rasulullah saw pernah mengibaratkan masyarakat ibarat penumpang sebuah kapal. Maka kita boleh mengatakan bahwa negara ini sudah seperti kapal yang sudah berlubang di sana sini tinggal tunggu tenggelamnya saja. Atau Khalid bin Walid oleh Rasulullah saw digelari Pedang Allah yang terhunus. Maka kita boleh mengatakan ke musuh Islam bahwa kami akan kirimkan pedang yang terhunus, walaupun yang dimaksud adalah pasukan perang.
Sementara sepanjang pengetahuan saya, Rasulullah saw tidak pernah memakai bidadari (huurun ’in/ yang bermata jeli) untuk mengibaratkan sesuatu. Yang ada Rasulullah saw mengibaratkan rumah beliau seperti surga beliau dengan sabdanya ”Baytiy Jannatiy”. Rasulullah saw tidak pernah menyifati istri-istri beliau dengan bidadari. Hadits-hadits yang ada memberi kabar bahwa para ummul mu`minin akan menjadi istri Rasulullah saw di Surga nanti. Inilah yang harus dipakai.

ANGGAPAN MENIKAH DENGAN BIDADARI DI DUNIA
Adapun mengibaratkan istrinya yang baru dinikahinya dengan bidadari, hanya karena istrinya memakai kerudung, lalu ia memberitahu ke temannya bahwa ”saya baru saja menikah dengan bidadari”, tentu hal ini sangat keliru.
Karena bidadari memang memakai kerudung.
Rasulullah saw bersabda, Andaikan ada seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi, niscaya dia menerangi ruang antara bumi dan langit, dan niscaya aromanya memenuhi ruang antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada dunia seisinya. (HR. Bukhari)
Namun bidadari itu dinikahkan di Surga yang terletak di atas Langit Dunia. Bukan di kota manapun yang berada di bawah Langit Dunia. Bidadari dinikahkan setelah Kiamat tiba, bukan dinikahkan sebelum Kiamat tiba. Bidadari dinikahkan oleh Allah, bukan oleh wali nikah yang hanya seorang manusia.

ANGGAPAN ADA BIDADARI TURUN DARI KAHYANGAN
Ini adalah khayalan dalam cerita Joko Tarub. Pelangi dikhayalkan sebagai jembatan para bidadari yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga. Lalu Joko Tarub mencuri selendang salah seorang bidadari sehingga ia tidak bisa terbang lagi ke Surga.
Khayalan ini jelas bertentangan dengan aqidah Islam. Karena bidadari tidak akan keluar dari Surga. Sehingga tidak ada bidadari yang mandi ke bumi. Hadits di atas pun menggunakan kata “andaikan” sekedar untuk memberi gambaran bagaimana cahaya dan aroma bidadari. Artinya tidak ada bidadari turun ke bumi, apalagi mempertontonkan aurat untuk mandi di telaga sebagaimana banyak digambarkan di lukisan-lukisan di tanah Jawa.

ANGGAPAN BIDADARI BERSAYAP
Tidak ada kabar dari Allah dan Rasul-Nya bahwa Bidadari bersayap. Adapun yang bersayap adalah malaikat. Itupun bentuk dan bahan sayap para malaikat pun termasuk ghaib, apakah seperti sayap burung, sayap capung, sayap lebah, atau lainnya, wallaahu a’lam.
Oleh karena itu ketika ada Sinetron “Bidadari” yang menggambarkan bidadari yang bersayap dan jalan-jalan ke dunia menolong manusia, tentu hal itu merusak aqidah Umat. Bukan tidak mungkin ada kaum muslimin yang terpengaruh oleh sinetron ini. Adapun yang bersayap dan menolong manusia adalah malaikat. Itu pun manusia tidak bisa bercakap-cakap dengan malaikat.

CANTIK SEPERTI BIDADARI
Ada juga lagu Bidadari Bidadari untuk menggambarkan wanita yang cantik. Ini juga tidak bisa dipakai, karena –sekali lagi- karena dalam faktanya wanita paling cantik yang pernah ada di dunia (sebut saja Cleopatra atau Lady Diana) tidak sebanding dengan kecantikan bidadari.

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata,
Saya pernah bertanya, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang mereka yang diceritakan Allah Ta’ala dalam firmanNya, ”Dan (dalam surga) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli.” (QS. al-Waqi’ah: 22).
Beiau bersabda, ”(mereka adalah) bidadari-bidadari yang bermata jeli. Pelupuk mata bidadari-bidadari itu (selalu berkedip-kedip) bagaikan sayap burung nasar.”
Saya berkata, ”Beritahu saya tentang firman-Nya, ”Laksana mutiara yang tersimpan dengan baik.” (QS. al-Waqi’ah 23).
Beliau bersabda, ”(Mereka berkulit) jernih sejernih mutiara yang tersimpan dalam kerangnya, yang belum tersentuh tangan-tangan (manusia).”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya ”Di dalam Surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik jelita.” (QS. ar-Rahman: 70)
Beliau bersabda, ”(Mereka) baik akhlaknya, cantik jelita wajahnya.”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya, ”Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.” (QS. ash-Shaffat: 49)
Beliau bersabda, ”Kelembutan mereka selembut selaput dalam telur yang ada di balik cangkangnya, yaitu kulit ari yang lekat pada putih telur.”
Yang bisa menandingi bahkan melampaui bidadari hanyalah wanita Bani Adam yang masuk Surga. Semoga itu adalah anda (pembaca mediaislamnet.com yang mu`minah smbr :mediaislamnet muslimafiyah  
Read More
Rukun Haji,Rukun Sholat,Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun Haji,Rukun Sholat,Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun Haji


Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tsb adalah:
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf ifâdah
4. Sa'i
5. Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian
6. Tertib
Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.
Wajib Haji
1. Memulai ihram dari mîqât (batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah)
2. Melontar jumrah
3. Mabît (menginap) di Mudzdalifah, Mekah
4. Mabît di Mina
5. Tawaf wada' (tawaf perpisahan)
Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).
Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)
Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut:

1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan

Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya "aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji".
Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni'mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka
Artinya:
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.

2. Wukuf di Arafah

Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur'an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.

3. Mabît di Muzdalifah, Mekah

Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy'ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.

4. Melontar jumrah 'aqabah

Dilakukan di bukit 'Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.

5. Tahalul

Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.
Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah 'aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.
Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).
Kemudian melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.
Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.

6. Mabît di Mina

Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan 'aqabah, masing-masing 7 kali.
Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

7. Tawaf ifâdah

Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa'i. Lalu melakukan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.
Umrah
Umrah artinya berkunjung atau berziarah. Setiap orang yang melakukan ibadah haji wajib melakukan umrah, yaitu perbuatan ibadah yang merupakan kesatuan dari ibadah haji. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah: 196 yang artinya "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."
Mengenai hukum umrah, ada beberapa perbedaan pendapat. Menurut Imam Syafi'i hukumnya wajib. Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi hukumnya sunah mu'akkad (sunah yang dipentingkan).
Umrah diwajibkan bagi setiap muslim hanya 1 kali saja, tetapi banyak melakukan umrah juga disukai, terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya "Umrah di dalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali".
Pelaksanaan umrah
Tata cara pelaksanaan ibadah umrah adalah: mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram di mîqât, shalat sunah ihram 2 rakaat, niat umrah dan membaca Labbaik Allâhumma 'umrat(an) (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk umrah), membaca talbiah serta doa, memasuki Masjidil Haram, tawaf, sa'i, dan tahalul.
Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah


Rukun Sholat


Rukun-rukun shalat terdiri dari 13 rukun yang wajib anda ketahui :
  1. Berdiri bagi yang mampu
  2. Takbiiratul-Ihraam,
  3. Membaca Al-Fatihah pada setiap rakaatnya,
  4. Ruku’,
  5. I’tidal setelah ruku’,
  6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh sebanyak dua kali dengan tuma’ninah,
  7. Duduk di antara dua sujud,
  8. Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan,
  9. Tertib rukun-rukunnya,
  10. Tasyahhud Akhir,
  11. Duduk untuk Tahiyyat Akhir,
  12. Shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
  13. Salam dua kali.
Penjelasan tenatang Rukun Shalat diatas dilihat dari firman Allah dan Hadist.
1. Berdiri tegak
Berdiri tegak pada saat shalat fardhu untuk orang yang mampu, Dalilnya terdapat pada firman Allah ‘azza wa jalla QS:Al-Baqarah:238,
Al-Baqarah238
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada HR. Al-Bukhary,
“Shalatlah dengan berdiri…”
2. Takbiiratul-ihraam,
Takbiiratul-ihraam ialah mengucapan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan atau kata lain.
Takbiiratul-ihraam
3. Membaca Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah merupakan rukun pada setiap raka’at, sebagaimana yang tercantum dalam hadits Muttafaqun ‘alaih,
al fatihah
4. Ruku’
5. I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’
6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh
7. Duduk di antara dua sujud
membahas Duduk di antara dua sujud terdapat Dalil dari rukun ini ialah firman Allah ‘azza wa jalla QS: Al-Hajj:77,
Duduk di antara dua sujud
8. Thuma’ninah dalam semua amalan shalat
9. Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan
Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii` (orang yang salah shalatnya),
rukuk hadist
10. Tasyahhud Akhir
Tasyahhud akhir termasuk dalam urutan rukun shalat sesuai hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tasyahhud Akhir
Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.
11. Duduk Tasyahhud Akhir
Membahas tentang Duduk Tasyahhud Akhir, Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh (Muttafaqun ‘alaih),
tasyahud akhir
12. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
13. Dua Kali Salam
Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dua kali salam,
dua kali salam
Itulah tadi pembahasan mengenai rukun shalat, setelah anda membaca artikel dari kami semoga anda akan lebih mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengerjakan ibadah sholat agar lebih khusuk dan sholat diterima pahalanya.

Rukun Iman

Rukun Iman (bahasa Arab: أركان الإيمان) yaitu pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Jibril yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab.

Pengertian istilah Iman

Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.
Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.
“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”
—QS. Al Fath [48] : 4
Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.” Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”

Rukun Iman

  • Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
  • Iman kepada para malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
  • Iman kepada kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
  • Iman kepada para rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.
  • Iman kepada hari akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
  • Iman kepada qada dan qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah

Rukun Islam

Rukun Islam (Arab: أركان الإسلام arkān al-Islām; atau أركان الدين arkān al-dīn; "pilar-pilar agama") adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim. Kesemua rukun-rukun itu terdapat pada hadits Jibril.[1]
Rukun Islam terdiri daripada lima perkara, yaitu:
  • Syahadat: menyatakan kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu rasul Allah.
  • Shalat: ibadah sembahyang lima waktu sehari.
  • Zakat: memberikan 2,5% dari uang simpanan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.
  • Saum: berpuasa dan mengendalikan diri selama bulan suci Ramadan.
  • Haji: pergi ke ibadah ke Mekkah, setidaknya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu.
 Sumber  tuntunanshalat  facebook wikipedia
Read More
Kata Kata Kecewa dan Gambar Kecewa

Kata Kata Kecewa dan Gambar Kecewa









Kata Kata Kecewa dan Gambar Kecewa

Hal terindah itu adalah melihat kembali senyummu.. Dan sakitnya senyum itu bukan untuku..

Senyumku belum seberapa dari Sakitku.. Sakit dari Senyummu yang bukan milikku..

Dari setiap hela nafasku, Selalu terselipkan rundu untukmu.. Semua tentang kamu..

Andai kamu baca isi hatiku, Disitu selalu tertulis nama kamu.. Selalu..

Selamat pagi untukmu, Dan itu berarti juga aku merindukanmu pagi ini.. Pagi ini untukmu (:

Mencintaimu tak pernah salah.. Tak kurang suatu apapun

Merasa nyaman denganmu.. Meski engkau tak bisa kumiliki..

Pagi ini bukan untuku juga untukmu, Pagi ini untuk cerita kita yg telah lalu.. Selamat pagi cinta..

Dari setiap detak jantungku, yg kuingat hanya namamu.. Meski kamu bukan miliku..

Jika tanpamu lebih baik, Aku lebih memilih yang terbaik..

Lelah itu kini telah tampak di matamu yang dulu selalu menjadi salah satu alasan mengapa aku mencintaimu

Kapankah kepercayaan itu menghampiriku? Enyahlah wahai sisi gelap yang bersembunyi dibalik egonya cinta

Dibawah naungan hujan & diselimuti dinginnya angin malam, takkan ada rasa lelah yg kurasakan selama senyum itu tetap kutatap

Biarlah sesuatu itu hilang seiring semua berlalu. Walau janji itu telah musnah, aku akan tetap menantimu

Dan biarkan malam ini menemaniku. Berdiri disisi ruang yang kosong

Siap sukses, pastinya hrs siap berproses. Karena tidak ada sesuatu yg instan..

Aku menatap sesuatu yang tak kau lihat. Aku mendengar sesuatu yang tak kau dengar. Aku merasakan sesuatu yang tak kau rasakan

Kini aku membisu, terdiam, dan terpaku. Sendiri menatap langit malam yang sepi

Disini, kumenanti sebuah tatapan yang hanya menatap sebuah alunan melodi dari bisikan nurani sepi yang kumiliki

Diri ini telah lama berdiri sendiri.. Menanti jiwa sepi itu kembali

Biarlah kesendirian ini menjadi sebuah hiasan dilangit malam. Pilu ini menjadi cahaya diruang yang gelap

Kadang tersenyum, kadang menangis dan ketika diri ini terdiam, maka disitu aku mengingatmu

Berharap untuk merasakan apa yang tidak kurasakan pada dirimu. Berusaha tetap tegar dibalik tangisanku ini

Mencoba mengubur sisa-sisa ingatan yang hampa. Namun terkadang semua terus terukir dilubuk hati yang paling dalam

Kosong dan hampa hati ini tanpa dirimu.. Yang kurasa hanya sakit karena luka.

Aku hanya mencoba mencintaimu sepenuh hati.. Tapi kini engkau tinggalkanku pergi.. Menyisakan sakit dan luka..

Aku menganggapmu cinta dan engkau membuangku seperti sampah.

Dan kini akupun tak tahu harus bagaimana agar kamu mau mencoba kembali.

Mungkin butuh waktu untuk memahami.. Tapi tak perlu menutup diri dan hatimu, untukku.

Aku menunggu.. Dengan segunung tinggi harapan bodoh.. Tapi kau palsu.

Tiada yang perlu kau khawatirkan.. Aku disini, baik-baik saja tanpamu.

Kau memberiku janji.. Memberi mimpi yang sayangnya tak pernah kau tepati.

Senyum dan tawa yang kau beri.. Asa dan cerita yang kau bagi.. Kini tiada lagi.

Semakin kucoba lepaskan rasa ini.. Semakin menghujam sembilu dihati..

Tenang saja semua yang kulakukan ikhlas demi segenggam cinta.. Ikhlas merelakan dirimu pergi bersamanya..

Salahkah aku mengharapkan dirimu? Salahkan dirimu yang terlalu memberi..

Tak sanggup lagi aku mencerna arti dan tujuan.. Hanya menanti tanya yang tak terjawab darimu..

Engkau tertawa lepas bersamanya.. Bagaimana dengan hatiku?

bila kamu tak bisa mengingatku, setidaknya kamu jangan melupakanku.

Biarkan aku lelap dalam tidurku.. Lelap tak harus mengingat manisnya senyumanmu..

Semua tentangmu harus ditinggalkan.. Semua tentangmu harus dilupakan..

Kini, kau datang dengan senyum,bujuk dan rayu. Tapi tidak pergi.. Dan aku yang berlari

Kau datang padaku dengan senyum, bujuk dan rayu.. Lalu pergi.. Dan aku tetap d sini..

Memiliki rasa yang sama.. Namun kita sangat sulit untuk bersatu.. :'(

Tak pernah ada perasaan ragu.. Kuyakin suatu saat engkau akan kembali untukku.. :')

Untukmu yang disana.. Cinta ini selalu hangat untukmu.. ;)

Hati ini selalu menyanyikan kata yang sama.. Mengungkapkan irama yang sama.. Rindu untukmu.

Malam tak selamanya sepi. Sekalipun sendiri, aku sadar di ujung sana, ada seseorang yang akan mengulurkan tangannya padaku.

Kuingin kau kembali.. Menghangatkanku dari rasa sepi sunyi.. Menggenggam tanganku berjalan beriringan..

Berjalan dan terus berjalan seorang diri, melewati setiap malam senyap tanpa arti, tanpamu..

Kini kutahu arti sepi. Kini kutahu arti kesendirian tanpamu. Semuanya terasa menyiksa..

Kadang aku tak mengerti dengan apa yang kulakukan. Puaskah aku dengan hanya menatapmu saja tanpa bisa memiliki?

Bintang itu jauh.. Terlihat jauh. Sama seperti hatiku dan hatimu.. Jauh tak bisa bersama..

Aku tak tahan jika tak menatap langit. Mencoba membayangkan indahnya wajahmu diantara bintang-bintang..

Salahkah aku bersikap.. Ataukah keadaan yang membuat aku kehilangan dirimu?

Anda hidup mempertemukan kembali kita kelak, maukah engkau menggenggam lagi tanganku? Memberikan pelukan hangat..

Dan aku berandai.. Membayangkan bahwa suatu saat kelak aku bisa memiliki dirimu seutuhnya..

Dalam mimpi dirimu tertawa, tersenyum, bertutur dalam bahasa manjamu padaku.. Sayang hanya dalam mimpi..

Menatap senyuman dalam wajahmu.. Menyadari bahwa tak seharusnya aku kehilangan itu..

Malam tadi, kembali memimpikan dirimu.. Memimpikan saat-saat kita bersama dulu..

Bantu aku keluar dari jerat cintamu.. Cinta palsu yang kau berikan padaku..

Biarkan kumemilih jalanku.. Dan kubiarkan kau memilih jalanmu tanpa bersamaku

kau yg telah jauh pergi sekian lama dan menghancurkan beribu harapan kini kau datang dengan seuntai senyuman yg semanis dulu

Sosok wajahmu kembali datang menghiasi anganku.. Sosok wajah yang sebenarnya telah lama pergi..

Kupendam luka ini, kubiarkan cinta tetap bersemi walau engkau telah menghancurkannya..

Wangi aroma tubuhmu masih membekas.. Peluk hangat dekapanmu selalu kurindukan..

Doaku tak pernah salah.. Doa ini untukmu, seseorang disana yang tak lagi bersamaku..

Kuharap engkaulah yg menjadi jawaban dari doaku. Doa serta penantian panjangku didalam kesepian yg tak berujung ini..

Engkau pergi dengan cintaku yang tak pernah sempat aku sampaikan kepadamu.

Engkau pergi begitu saja, meninggalkan seribu tanya untukku.

Aku kadang masih belum bisa terima.. Menyadari engkau pergi untuk dirinya.

Menanti aku melihatmu.. Tetap menunggu jawaban rasa darimu.

Kusangka kita saling mencinta.. Tapi sayang aku hanya terlalu berkhayal.

Maafkan aku klo harus begini caranya.. Melepasmu, caraku mencintaimu..

Tak berharap banyak engkau tuk kembali. Kan kutunjukkan aku masih bisa tuk berdiri..

Rasa ini selalu hadir untukmu.. Sesuatu yang mungkin kau takkan pernah tau..

Berikan cintamu padanya seperti kau mencintaiku. Berikan sayangmu jua seperti kau tulus menyayangiku dulu

Buang air matamu, buang semua kenangan cinta kita. Tataplah hari-hari baru bersamanya

Mencoba tetap tegak berdiri.. Sendiri di sunyinya malam mengesampingkan rasa untukmu..

Kau seret hatiku pergi bersamamu.. Pergi meninggalkan semua rasa cinta tanpa ada sisa

Betapa kuingin menepis bayangmu.. Betapa ingin kuhempaskan rasa sakit ini..

Dan sampai kapanpun kau takan mengerti.. Mengapa cinta ini kupertahankan sampai mati

Kucoba bertahan.. Tanpa kata... Tanpa rima dalam tiap suara hatiku.

Lelah menanti.. Cinta untukmu tak pernah berbalas.

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Lucu memang, aku masih saja merindukanmu.. Walau kutau hatimu telah mati untukku.

Lucu memang, hati ini selalu berbunga-bunga untukmu walau ku menangis disetiap malam.

Lucu memang, aku masih saja mengharapkanmu.. Walau selalu luka yang kudapat.

Dalam pedih hatiku, rasa ini masih berharap besar padamu.

Suara hatiku selalu bernada sama setiap harinya.. Menyanyikan nyanyian rindu hanya untukmu.

Pernahkah engkau merasakan apa yang kurasakan? Pernahkah kau sadar besarnya rasa yang kuberikan?

Sepi sendiri, terlupakan.. Kau menghilang begitu saja.

Dan diriku terdiam dalam angan, sepi dan menggigil dalam ketakutan. Menyadari bahwa betapa jauh dirimu, betapa sunyi jiwaku

Biasanya wanita cuma mau di dengerin, peluk dia dan berhenti berkomentar

Katanya wanita itu susah dimengerti. Emang kalo kita ungkapin perasaan, pria bisa jd pendengar yg baik?

Tidak akan pernah rugi melakukan apapun dari hati. Lakukan dan lihat hasilnya.

Adakah rasamu sama dengan rasaku? Ataukah rasa ini hanya sebatas berharap?

Tak ada niat tuk melepaskanmu.. Kucoba terima jika pergi itu keinginanmu..

Aku ingin menjadi pelangimu, yang akan selalu bisa membuat hidupmu lebih berwarna dengan caraku sendiri

Aku tau, mungkin aku bukan salah satu yg terbaik diantara mereka. Namun aku tau, aku punya cara sendiri utk membuatmu bahagia

Demikian, semoga bermanfaat untuk anda sekalian..eposlima
Read More